Jangan Hancurkan Yayasan Wakaf Almuslim Demi Ambisi dan Kepentingan Sesaat
Yayasan Wakaf Almuslim bukan sekadar lembaga yang berdiri di atas nama dan sejarah. Di dalamnya terdapat n masyarakat, serta harapan panjang rakyat Peusangan terhadap pendidikan dan masa depan generasi penerus.
Karena itu, jangan biarkan Yayasan Wakaf Almuslim terjebak dalam pertarungan kepentingan, persaingan kekuasaan, atau keinginan yang berlebihan dari pihak mana pun.
Jika ada yang salah, tegurlah dengan cara yang benar. Jika ada kebijakan yang kurang sempurna, perbaikilah melalui musyawarah. Jika ada dugaan penyimpangan, ungkapkan berdasarkan fakta, bukti, dan mekanisme yang berlaku. Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merusak persatuan dan menghancurkan lembaga yang telah dibangun dengan perjuangan panjang.
Mengkritik bukan berarti menghancurkan. Menegur bukan berarti memusuhi. Dan memperjuangkan perubahan bukan berarti berhak mengorbankan kepentingan bersama.
Jangan pula berlindung di balik nama rakyat Peusangan seolah-olah seluruh masyarakat memberikan mandat atas setiap langkah yang diambil. Rakyat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi tidak seorang pun sepatutnya mengklaim mewakili seluruh masyarakat tanpa dasar yang jelas.
Apabila perjuangan benar-benar ditujukan untuk kepentingan rakyat, tunjukkan melalui gagasan, keterbukaan, sikap yang bertanggung jawab, dan solusi yang nyata. Jangan sampai nama masyarakat dijadikan pembenaran bagi kepentingan pribadi atau kelompok. Namun, setiap dugaan mengenai motif dan kepentingan tetap harus dinilai berdasarkan fakta, bukan sekadar prasangka.
Yayasan Wakaf Almuslim membutuhkan orang-orang yang mampu menjaga amanah, menghormati aturan, dan menyelesaikan perbedaan secara bermartabat. Siapa pun yang memimpin harus bersedia dikritik, dan siapa pun yang mengkritik harus siap mempertanggungjawabkan ucapannya.
Jangan sampai karena keinginan untuk menduduki jabatan, memenangkan persaingan, atau memaksakan kehendak, kita justru melupakan tujuan besar yang seharusnya dijaga bersama.
Ingatlah, jabatan hanya sementara, tetapi amanah wakaf dan masa depan pendidikan jauh lebih panjang daripada kepentingan pribadi.
Jangan merasa paling berjasa, lalu menganggap pihak lain tidak memiliki hak untuk berbicara. Jangan pula merasa paling benar, hingga menutup pintu musyawarah dan mengabaikan aturan.
Jika ada kekurangan, benahi. Jika ada kesalahan, luruskan. Jika ada persoalan, selesaikan secara terbuka dan bermartabat.
Jangan hancurkan apa yang telah diwariskan hanya karena kita tidak mampu mengendalikan keinginan sendiri.
Pesan untuk rakyat Peusangan
Mari kita jaga Yayasan Wakaf Almuslim sebagai amanah bersama. Perbedaan pandangan boleh terjadi, kritik harus tetap hidup, dan perubahan dapat diperjuangkan. Namun, semuanya harus berjalan berdasarkan aturan, bukti, musyawarah, dan kepentingan lembaga.
Jangan mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan sesaat. Jangan menjadikan kritik sebagai senjata untuk merusak. Dan jangan biarkan ambisi mengalahkan amanah.
Sebab, yang harus kita menangkan bukanlah ego seseorang atau kelompok, melainkan masa depan Yayasan Wakaf Almuslim dan generasi Peusangan yang akan datang.