uLSN08P13StNRpu8zdLBsXY8k4kNVrJ45iKXYMFb
Bookmark

Jangan Lupakan Jasa Orang yang Pernah Membuatmu Tersenyum di Kala Kepahitan


Jangan Lupakan Jasa Orang yang Pernah Membuatmu Tersenyum di Kala Kepahitan

Oleh: Azhari

Dalam perjalanan hidup, kita akan bertemu dengan banyak orang. Ada yang datang membawa kebahagiaan, ada yang hadir memberikan pelajaran, dan ada pula yang menemani kita ketika dunia terasa begitu berat untuk dijalani.

Namun, dari sekian banyak orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita, jangan pernah melupakan mereka yang pernah membuat kita tersenyum ketika hati sedang diliputi kesedihan, yang menguatkan kita ketika hampir menyerah, dan yang tetap memberikan semangat saat orang lain tidak lagi percaya kepada kita.

Sebab, kebaikan yang diberikan ketika seseorang berada dalam kesulitan memiliki makna yang berbeda. Ketika kita sedang bahagia, banyak orang ingin berada di dekat kita. Akan tetapi, ketika kita sedang jatuh, tidak semua orang bersedia mengulurkan tangan.

Di saat itulah kita dapat mengenali ketulusan seseorang.

Kebaikan Kecil yang Tidak Boleh Dilupakan

Terkadang, seseorang tidak memberikan harta yang banyak, tidak pula menawarkan jabatan atau kedudukan. Ia hanya hadir, mendengarkan keluh kesah, memberikan nasihat, atau mengucapkan kalimat sederhana yang membuat kita kembali memiliki harapan.

Namun, jangan pernah menganggap remeh kebaikan seperti itu.

Bisa jadi, senyuman yang kita berikan hari ini lahir dari seseorang yang dahulu pernah menghibur kita saat menangis. Bisa jadi, keberanian kita untuk melangkah sekarang tumbuh dari dukungan orang yang dahulu menguatkan kita ketika tidak ada jalan keluar yang terlihat.

Kebaikan tidak selalu diukur dari besarnya pemberian. Terkadang, perhatian yang tulus pada waktu yang tepat jauh lebih berharga daripada sesuatu yang mahal ketika kita sudah tidak membutuhkannya.

Jangan Berubah Ketika Kehidupanmu Berubah

Salah satu ujian terbesar manusia bukan hanya ketika berada dalam kesulitan, melainkan juga ketika telah memperoleh keberhasilan.

Saat masih membutuhkan bantuan, kita mungkin mudah mengingat nama orang-orang yang menolong. Namun, setelah kehidupan membaik, pekerjaan meningkat, kedudukan berubah, dan pergaulan semakin luas, terkadang kita lupa kepada mereka yang pernah berdiri di samping kita.

Jangan sampai keberhasilan membuat kita kehilangan ingatan terhadap kebaikan orang lain.

Jangan menjadi pribadi yang dahulu mencari pertolongan, tetapi kemudian meremehkan orang yang pernah membantu. Jangan pula merasa lebih tinggi hanya karena hari ini keadaan kita lebih baik daripada keadaan mereka.

Kehidupan selalu berputar. Hari ini kita mungkin mampu membantu orang lain, tetapi tidak ada yang dapat memastikan bahwa esok kita tidak kembali membutuhkan bantuan.

Karena itu, tetaplah rendah hati. Kesuksesan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa tinggi kita berdiri, melainkan juga tentang seberapa baik kita memperlakukan orang-orang yang pernah berjalan bersama kita.

Menghargai Bukan Berarti Harus Membalas dengan Materi

Menghargai jasa seseorang tidak selalu harus dilakukan dengan uang atau hadiah. Ada banyak cara sederhana untuk menunjukkan bahwa kita tidak melupakan kebaikannya.

Kita dapat menjaga silaturahmi, menanyakan kabarnya, mengucapkan terima kasih, membantu ketika ia membutuhkan, atau sekadar menyebut namanya dalam doa.

Jika suatu hari ia menghadapi kesulitan, jangan langsung berpaling apabila kita mampu memberikan pertolongan. Jika ia tidak lagi memiliki kedudukan, jangan menjauhinya hanya karena tidak ada keuntungan yang dapat kita peroleh.

Namun, menghargai jasa seseorang juga bukan berarti kita harus menuruti semua keinginannya. Kebaikan masa lalu tidak boleh dijadikan alasan untuk memaksa, mengendalikan, atau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran. Kita dapat tetap berterima kasih sambil menjaga batas dan prinsip hidup.

Ketulusan sejati tidak menuntut seseorang kehilangan harga dirinya, baik sebagai orang yang pernah dibantu maupun sebagai orang yang pernah membantu.

Dalam Pandangan Islam, Kebaikan Harus Dikenang

Islam mengajarkan umatnya untuk bersyukur dan menghargai kebaikan. Bersyukur kepada Allah juga semestinya tercermin dalam sikap kita terhadap sesama manusia yang telah membantu dan meringankan beban kehidupan.

Jangan mudah mengingkari kebaikan hanya karena pernah terjadi perselisihan. Jika ada masalah, selesaikanlah dengan bijaksana. Perbedaan pendapat tidak seharusnya membuat kita menghapus seluruh kenangan baik yang pernah diberikan seseorang.

Mengingat jasa orang lain merupakan bagian dari akhlak yang terpuji. Akan tetapi, mengingat bukan berarti harus terus hidup dalam masa lalu. Kita tetap perlu melangkah maju, memperbaiki diri, dan meneruskan kebaikan kepada orang lain.

Jika dahulu seseorang pernah membuat kita tersenyum ketika berada dalam kepahitan, jadikan pengalaman itu sebagai alasan untuk membuat orang lain tersenyum ketika mereka menghadapi kesulitan.

Dengan demikian, kebaikan tidak berhenti pada satu orang, melainkan terus mengalir dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya.

Penutup: Jangan Menunggu Kehilangan untuk Menghargai

Jangan menunggu seseorang pergi untuk menyadari betapa berharganya kehadirannya. Jangan menunggu ia tidak lagi mampu membantu untuk mengingat pertolongannya. Dan jangan menunggu kita kembali jatuh untuk mengenang orang yang dahulu pernah menguatkan kita.

Jika masih ada kesempatan, sampaikanlah terima kasih. Jika masih dapat bertemu, jalinlah silaturahmi. Jika mampu membantu, bantulah dengan ikhlas.

Sebab, manusia mungkin melupakan banyak hal dalam perjalanan hidupnya, tetapi jangan sampai ia melupakan kebaikan yang pernah menyelamatkan semangatnya ketika berada dalam kepahitan.

Ingatlah, ketika hidupmu telah dipenuhi kebahagiaan, jangan lupakan orang yang dahulu membuatmu tersenyum saat air matamu hampir jatuh. Ketika namamu mulai dikenal, jangan lupakan mereka yang dahulu percaya kepadamu saat dunia belum mengenal siapa dirimu.

Sebab, kemuliaan seseorang bukan hanya terlihat dari keberhasilannya meraih sesuatu, tetapi juga dari kesediaannya mengenang dan menghargai kebaikan orang lain.

— Azhari

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Post a Comment